DRPM UNY Perkuat Budaya Riset Beretika melalui Workshop Klirens Etik

Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Workshop dan Sosialisasi Klirens Etik untuk Mata Kuliah Metodologi Penelitian pada Selasa, 19 Mei 2026 di Aula Lantai 7 Gedung Imam Bernadib. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman dosen dan mahasiswa terkait pentingnya etika penelitian, khususnya pada riset sosial-humaniora dan penelitian yang melibatkan partisipan manusia. Kegiatan ini diikuti oleh 196 dosen pengampu mata kuliah metodologi Penelitian UNY, turut diundang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang RKSIU dan juga Reviewer Etik Penelitian UNY.

Workshop dibuka oleh Plh. Direktur DRPM UNY, Prof. Dr. Wagiran, S.Pd., M.Pd, yang menegaskan bahwa Klirens Etik tidak hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi merupakan bagian penting dari tanggung jawab akademik dan perlindungan terhadap partisipan penelitian. Dalam sambutannya, beliau berharap dosen pengampu Mata Kuliah Metodologi Penelitian dapat menanamkan kesadaran etik sejak tahap perencanaan penelitian mahasiswa.

Materi utama disampaikan oleh Tri Wibawa dengan tema “Urgensi Ethical Clearance untuk Riset Sosial-Humaniora”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa ethical clearance memiliki peran penting untuk memastikan penelitian dilaksanakan secara aman, adil, dan menghormati hak partisipan.

Beliau juga mengulas sejumlah kasus penelitian dunia, seperti Tuskegee Syphilis Study dan Milgram Experiment, sebagai pembelajaran penting mengenai dampak buruk penelitian yang mengabaikan prinsip etika. Selain itu, peserta mendapatkan penguatan mengenai prinsip utama etika penelitian, yakni respect for persons, beneficence, dan justice.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait penerapan ethical clearance pada penelitian kelas, penelitian sosial, hingga penggunaan media sosial sebagai sumber data penelitian. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya informed consent, perlindungan kelompok rentan, privasi data, serta mitigasi risiko penelitian.

Pada sesi berikutnya, sekretaris Komisi Etik DRPM UNY menjelaskan prosedur pengajuan klirens etik dan integrasi materi ethical clearance dalam Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Retna Hidayah, Ph.D menekankan bahwa mahasiswa program doktor wajib mengajukan ethical clearance sebelum melaksanakan penelitian yang melibatkan manusia maupun data terkait manusia.

Melalui kegiatan ini, DRPM UNY berharap budaya riset yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada perlindungan partisipan dapat semakin menguat di lingkungan akademik Universitas Negeri Yogyakarta. Workshop ini juga menjadi bentuk komitmen UNY dalam meningkatkan kualitas penelitian serta memastikan setiap proses penelitian berjalan sesuai prinsip etik dan standar akademik yang berlaku. (tri s)