Sosialisasi Pencegahan dan Perawatan Cedera Bekali 100 Siswa KKO SMA Negeri 1 Seyegan Sebagai Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat oleh Tim UNY

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh tim Universitas Negeri Yogyakarta bertajuk “Sosialisasi Pelatihan Pencegahan dan Perawatan Cedera bagi Kelas Khusus Olahraga SMA Negeri 1 Seyegan” bertempat di Joglo Gumregah, Blaburan, Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA Negeri 1 Seyegan yang terdiri atas siswa kelas X, XI, dan XII. Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di ketuai oleh Prof. Dr. Yudik Prasetyo, S.Or., M.Kes., beranggotakan Dr. Rina Yuniana, S.Or., M.Or., dan Wahyu Aji Nugroho, S.Or., M.Or.

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yaitu teori dan praktik. Sesi teori memberikan pemahaman mengenai anatomi tubuh, dasar-dasar cedera olahraga, prinsip-prinsip pelaksanaan Pencegahan dan Perawatan Cedera (PPC), serta mekanisme terjadinya cedera. Materi pertama terkait anatomi tubuh disampaikan oleh Prof. Dr. Yudik Prasetyo, S.Or., M.Kes.. Materi kedua disampaikan oleh Dr. Rina Yuniana, S.Or., M.Or. dengan fokus kepada dasar-dasar cedera olahraga. Materi yang ketiga disesi teori disampaikan oleh Wahyu Aji Nugroho, S.Or., M.Or. dengan fokus terkait prinsip-prinsip pelaksanaan Pencegahan dan Perawatan Cedera (PPC) serta mekanisme terjadinya cedera. Materi tersebut diberikan sebagai dasar agar siswa mampu mengenali jenis cedera, memahami faktor risiko, serta mengetahui tindakan awal yang tepat ketika menghadapi kondisi cedera dalam aktivitas olahraga.

Pada sesi praktik, sosialisasi ini menghadirkan Abdul Kohar, S.Or. sebagai pemateri dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam praktik melaksanakan pencegahan, penanganan awal, serta perawatan cedera yang berpotensi terjadi selama latihan maupun pertandingan olahraga. Pemateri menekankan pentingnya pemahaman mengenai cedera sebagai bagian dari upaya pencegahan agar siswa mampu menjaga kondisi tubuh, mengenali risiko, dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat di lapangan. Sesi praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan karena seluruh peserta terlibat langsung dalam simulasi berbagai bentuk pertolongan. Praktik yang dilakukan meliputi Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), penanganan gangguan jalan napas pada korban tidak sadar yang dalam penggunaan sehari-hari sering disebut sebagai kondisi “lidah tertelan”, pertolongan pada korban tersedak, pertolongan awal pada patah tulang, serta penanganan strain dan sprain. Setiap prosedur terlebih dahulu diperagakan dan dijelaskan oleh pemateri sebelum dipraktikkan oleh peserta secara bergantian.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan melalui keterlibatan aktif dalam mengikuti demonstrasi, melakukan praktik, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan mengenai cedera yang umum dijumpai pada berbagai cabang olahraga. Pelatihan pencegahan dan perawatan cedera diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa KKO SMA Negeri 1 Seyegan dalam menghadapi risiko cedera selama menjalani proses latihan maupun kompetisi. Pengetahuan teori yang dipadukan dengan keterampilan praktik menjadi bekal bagi siswa untuk mengenali kondisi cedera sekaligus memberikan pertolongan awal secara tepat sebelum memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan bagian penting dalam pembinaan prestasi olahraga sehingga setiap siswa perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai pencegahan dan pertolongan pertama pada cedera.

Tindak lanjut kegiatan diarahkan pada pelaksanaan latihan dan simulasi secara berkala agar keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Materi mengenai pencegahan dan perawatan cedera diharapkan dapat diintegrasikan dalam pembinaan rutin KKO melalui koordinasi antara siswa, guru, pelatih, serta pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan olahraga. Evaluasi terhadap pemahaman dan keterampilan peserta perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan prosedur pertolongan dapat diterapkan dengan benar, aman, dan sesuai kondisi yang dihadapi. Pelaksanaan PkM ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan olahraga yang lebih aman sekaligus membentuk siswa KKO SMA Negeri 1 Seyegan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri maupun sesama.