UNY Kolaborasi dengan 3 PTNBH Wujudkan Smart Learning Centre untuk Menguatkan Kader Digital Nagari

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan tiga Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), yaitu Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Terbuka (UT), dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Pendampingan Smart Learning Center ‘Medan Nan Balinduang’ Berbasis Platform Digital BASAMO untuk Peningkatan Literasi dan Penguatan Kader Digital Nagari.”

Program ini bertujuan mengembangkan pusat pembelajaran cerdas berbasis teknologi digital dan kearifan lokal untuk meningkatkan literasi masyarakat, memperkuat kapasitas kader digital, serta mendukung terwujudnya nagari yang tangguh, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui program tersebut, keempat PTNBH bertekad berkontribusi dalam mewujudkan transformasi digital nagari melalui penguatan sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur pendukung, pengembangan platform pembelajaran, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Dalam rangkaian program tersebut, Tim UNY melaksanakan dua kegiatan utama di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan pertama berupa pemasangan sensor cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengukur debit dan kualitas air sebagai bagian dari sistem peringatan dini bahaya banjir. Pemasangan perangkat tersebut dilengkapi dengan pelatihan mitigasi bencana yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara UNY dan UNJ. Penerapan sensor cerdas diharapkan membantu masyarakat memperoleh informasi kondisi air secara lebih cepat dan akurat. Teknologi tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami pentingnya pemantauan lingkungan, sistem peringatan dini, dan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika muncul potensi bencana. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima perangkat teknologi, tetapi juga memperoleh pengetahuan untuk menggunakan, merawat, dan menindaklanjuti informasi yang dihasilkan.

Kegiatan kedua mengangkat subtema “Penguatan Literasi Penanganan dan Pemulihan Cedera Pascabencana” yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2026. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal, menangani cedera, serta mendukung proses pemulihan korban setelah terjadinya bencana. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Camat Lintau Buo, Wali Nagari Pangian, Koordinator PkM UNP, perwakilan masyarakat, serta tim pengabdi dari UNY. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai prinsip-prinsip penanganan cedera, identifikasi kondisi korban, pertolongan pertama, dan langkah-langkah pemulihan yang aman. Peserta selanjutnya mengikuti praktik langsung penanganan dan pemulihan cedera sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam situasi nyata.

Tim Pengabdi yang diwakili oleh Dr. Joko Pamungkas, M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi dan kepedulian UNY dalam membantu masyarakat menangani dampak bencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatera Barat beberapa waktu lalu. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi perguruan tinggi sekaligus bentuk kepedulian UNY dalam membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menangani dampak bencana. Selain merespons kebutuhan pascabencana, program ini juga diarahkan untuk mendukung kemajuan nagari yang selaras dengan agenda pembangunan daerah,”.

Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Sukrial menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dipilihnya Nagari Pangian sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program. Menurutnya, pemasangan teknologi peringatan dini dan pelatihan penanganan cedera memberikan bekal yang sangat berharga bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di nagari.“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam atas dipilihnya Nagari Pangian sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam menghadapi bencana dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia nagari,” ujarnya.

Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari pemaparan materi. diskusi, demonstrasi, hingga praktik langsung. Mereka berharap kegiatan pendampingan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar keterampilan yang telah diperoleh semakin kuat dan semakin banyak kader nagari yang mampu berperan dalam penanganan keadaan darurat. Melalui kolaborasi empat PTNBH ini, Smart Learning Centre Medan Nan Balinduang diharapkan berkembang menjadi pusat inovasi dan pembelajaran masyarakat yang mengintegrasikan teknologi digital, kearifan lokal, literasi kebencanaan, dan semangat gotong royong. Program ini sekaligus menegaskan komitmen UNY untuk menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata, relevan dengan kebutuhan daerah, dan berkelanjutan. Selain itu program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).